Latest Post


Jumat | 25 Desember


PENDALAMAN: Bertahun-tahun sebelumnya seorang pendeta Advent bernama W.D Frazee mengkhotbahkan sebuah pekabaran yang disebut “Pemenang dan Pecundang.” Dalam khotbah itu ia menerangkan kehidupan beberapa tokoh Alkitab, melihat pekerjaan dan pelayanan mereka, dan kemudian ia bertanya sehubungan dengan tokoh-tokoh itu: Apakah ia seorang pemenang atau pecundang?

Sebagai conoth, ia melihat pengalaman Yohanes pembabtis yang hidup sendiri di padang gurun. Meski pada akhirnya Yohanes memiliki sedikit pengikut tidak pernah banyak, dan tentu saja berbeda dengan yang dimiliki Yesus yang datang kemudian. Dan tentunya, Yohanes menghabiskan hari-hari terakhinya di dalam penjara yang lembab, terkadang ia dilecekan dan akhirnya kepalanya dipenggal (Matius 14). Sesudah mengisakan kembali semua ini, Pendeta Frazee kemudian bertanya: “apakah Yohanes seorang pemenang atau pecundang?”

Bagaimanakah dengan Yeremia? Berapa sukseskah hidupnya? Ia sangat menderita, dan bahkan ia tidak takut untuk merengek dan memerintah, Dengan beberapa pengecualian, nampaknya para imam, nabi, raja, dan orang biasa bukan hanya tidak suka dengan apa yang ia harus katakan, tetapi juga sangat membenci pekabaran itu. Ia bahkan dipandang sebagai pengkhianat melawan bangsanya sendiri. Pada akhirnya, kehancuran dan malapetaka yang dia amarkan seumur hidupnya akhirnya datang, karena berkali-kali bangsa itu menolak perkataan-perkataannya. Mereka melemparkan ke lubang berlumpur, berharap ia mati di sana. Ia hidup untuk melihat bangsanya menjalani pengasingan yang mengerikan sementara Yerusalem dan Bait Suci dihancurkan. Maka, dari sudut pandang manusia, tidak banyak hal yang berlangsung baik kepada Yeremia. Dari sudut pandang seseorang, Anda dapat mengatakan bahwa ia memiliki kehidupan yang cukup menyedihkan.


Pertanyaan untuk Didiskusikan

1.       Apakah Yeremia pemenang atau pecundang? Apakah alasan-alasan dari pilihan yang anda buat? Jika Anda mengatakan bahwa ia adalah pemenang, apakah yang hal itu katakan mengenai betapa pentingnya hal itu, bahwa kita tidak menilai kenyataan dengan standar-standar dunia? Standar-standar apakah yang kita gunakan untuk coba mengerti apa yang benar dan salah, baik dan jahat, sukses dan gagal?
2.       Dalam cara apakah kita melihat kehidupan dan pelayanan Yesus yang digambarkan dalam kitab Yeremia? Apakah paralelnya?
3.       Di awal pekan ini kita melihat masalah “karunia murahan”, kepercayaan yang berlangsung di beberapa agama semuanya dilakukan adalah untuk menutupi dosa. Apakah karunia yang benar, yang berbeda dengan versi murahan, tidak berharga, dan bahkan menipu uang diamarkan di sini?

Renungan Pagi  “Pandanglah Pada Yesus”

26  Februari  2016

Dua  Jenis Anggota-Anggota  Gereja

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).

Menjadi anggota gereja tidak sama dengan menjadi seorang Kristen. Beberapa anggota gereja hanya menyebabkan masalah saja bagi pasangan-pasangan mereka, anak-anak mereka, lingkungan pemukiman mereka dan jemaat mereka.

Tanda peringatan pertama orang-orang demikian adalah sikap kritik mereka dan perilaku yang keras. Mereka selalu punya sesuatu untuk menyatakan apa yang salah.

Tentu saja, mereka membungkus keculasan mereka dalam kekudusan dengan mengatakan bahwa mereka hanya ingin memperbaiki yang salah dalam gereja atau orang lain. Walau motivasi seperti itu patut dipuji, namun orang-orang demikian sebaiknya mulai membersihkan cara-cara perang mereka terlebih dulu dan mengenakan atribut-atribut kedamaian.

Kita perlu tahu, membawa damai adalah lebih bak daripada sekadar tidak hidup dalam wilayah kritik dan mencari kesalahan. Membawa damai mempunyai aspek positif yang dengan baik sekali dibentangkan di dalam doa berikut: “’Tuhan, jadikan saya alat damai-Mu. Di mana ada kebencian, biarlah saya menebar kasih; di mana ada luka, saya menjadi pengampunan; di mana ada keraguan, di sana ada iman; di mana ada keputusasaan, memberi pengharapan; di mana ada kegelapan, saya menjadi terang; dan di mana ada dukacita, saya membagi sukacita. Oh, Guru Ilahi, perkenankan agar saya tidak minta dihibur tetapi menghibur; untuk dikasihi dan mengasihi. Karena dalam memberi itu kita menerima, dalam memaafkan kita dimaafkan; dan di dalam mati kita dilahirkan ke dalam kehidupan kekal.”

Ada dua jenis anggota gereja: Anak-anak Allah dan anak-anak Iblis. Jika saya anak Iblis, maka saya pastikan agar kdua jenis ini di tanam  ditiap jemaat. Tidak usah dikatakan, hanya pembawa damailah yang masuk ke dalam kategori pertama.

Membawa damai adalah kegiatan yang banyak seginya. Untuk menjadi seorang pembawa damai, saya perlu mengevaluasi setiap situasi menurut Injil. Saya harus bertanya, apakah maksud tindakan ini? lebih banyak orang terlibat daripada hanya saya. Bagaimanakah dampak yang saya lakukan kepada diri mereka? Apakah dampak yang tindakan-tindakan saya akan tinggalkan pada nama Kristus? Ataukah gereja? Ataukah komunitas saya? Seorang pembawa damai berjalan mengikuti terang kabar Injil.

Ada pameo yang berbunyi: “Untuk hidup bersama orang-orang kudus di surga adalah berkat dan mulia, tetapi untuk hidup bersama orang kudus di bumi sering lain ceritanya.”

Allah memanggil Anda hari ini agar menjadikan gereja berbeda dari dunia. Dia memanggil Anda secara perorangan agar menjadi seorang pembawa damai dalam rupa Yesus.


Renungan Pagi “Allahku Yang Ajaib”
                                                                       
15   Oktober  2015

Penangkis yang Kuat

“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan ia akan mendekat kepadamu” (Wahyu 4:7,8).

Itu seharusnya menjadi salah satu pesta sore musim panas yang menyenangkan – piknik bersamateman-teman. Frisbee sedang terbang, net bulu tangkis sudah siap, makanan di panggangan, minuman ringan pakai es, potongan semangka, strawberi berwarna-warni dan salad bayam campur zesty vinaigrette. Teman membawa kursi taman dan selimut di atasnya. Sementara permainan bulutangkis hampir selesai, tamu tak di undang mulai tiba juga. Menepuk. Mengaruk. Menepuk. Kaki telanjang berhiasankan bintik darah karena nyamuk yang kena tepuk. Leher, pipi, dan bahu sekarang menunjukkan bekas juga. Tapi hanya untuk beberapa orang. Mengapa saya menepuk dan menggaruk sementara yang lain tidak terganggu? Ini tidak adil. Apakah nyamuk benar-benar memilih saya yang akan digigit? Apakah pakaian, kulit, atau darah seseorang lebih menarik bagi nyamuk daripada orang lain?

Ya, beberapa orang menjadi target lebih menarik daripada yang lain. Dengan beberapa faktor, kita tidak bisa mengendalikan nyamuk. Sebagai contoh, gen kita mungkin membuat bau badan alami kita jadi menarik bagi nyamuk. Metabolism kolesterol dan kompisisi organic asam pada kulit kita dapat memengaruhi bagaimana nyamuk merespon. Tetapi ada beberapa hal yang dapat kita kontrol, seperti memakai pakaian berwarna terang dan menghindari daerah-daerah teduh. Tidak menggunakan sampo yang harum, deodorant, dan parfum terkadang-kadang sedikit membantu. Mengolesi DEET yang beraroma bau atau picaridin picaridin yang tidak berbau telah terbukti menjadi pelindung, karena nyamuk tidak suka  bahan kimia. Satu hal yang sama belum coba adalah berhenti bergerak dan berhenti bernapas. Artinya gerakan bisa menarik bagi nyamuk, dan nyamuk memiliki detector sangat sensitif terhadap CO2 yang dapat mendeteksi Anda 50 meter jauhnya. Bagaimanapun juga, laukanlah pencegahan!

Di Alaska, di mana nyamuk bisa menjadi ancaman serius, dianjurkan untuk menutupi semua kulit Anda dengan katun yang ketat, bukan tenunan polyester yang longgar. Penutup kepala, pakaian yang baik, penggunaan setidaknya 30 persen DEET, dan antinyamuk menjadi perlindungan terbaik terhadap lawanan nyamuk.

Renungan Pagi “Allahku Yang Ajaib”
                                                                       
14   Oktober  2015

Kelelawar dan Turbin Angin

“Tentang perbuatan manusia, sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan” (Mazmur 17:4).

Kelelawar adalah agen pengendali serangga yang penting, menghemat insektisida jutaan dolar. Pernahkah Anda mencoba menagkap serangga yang terbang? Gerakan yang tidak menentu membuatnya sangat sulit ditangkap. Tetapi kelelawar adalah pakar penagkap serangga ketika tebang, menagkap serangga dalam gelap melalui sistem penentu tempat dengan gema (ekolokasi). Jalur terbang zigzag menagkap serangga menjadi hal yang mengagumkan untuk ditonton.

Jadi mengapakah beberapa oarng terpaksa menghentikan pembangunan turbin angin raksasa penghasil listrik yang bersih karena terganggu kelelawar yang terbang kian kemari? Mengapa turbin angin bisa di atasi selama kondisi angin tidak kencang pada malam hari dan selama priode migrasi kelelawat yang terditeksi? Jawaban singkatnya adalah banyak kelelawar mati ditemukan di sekitar dasar turbin setelah malam dalam kondisi angin yang tidak kencang, di saat kebanyakan kelelawar keluar berburu serangga. Kelelawar juga banyak mati selama migrasi. Apakah kelelawar itu yang tertarik dan bertabrakan dengan bilah turbin raksasa yang terkadang berputar cepat  beberapa ratus mil per jam? Sejak beberapa spesies kelelawar menghadapi kemungkinan kepunahan, sebagai penatalan lingkungan, kita harus mencari tahu apa yang terjadi.

Pada awalnya manusia menghubungkan kelelawar dan burung yang mati di sekitar turbin angin dengan tabrakan bilahnya. Ini masuk akal. Tapi sekarang, setelah penelitian yang cermat dan puluhan otopsi, kita mulai memahami masalahnya. Dibandingkan dengan jumlah burung yang mati, jauh lebih banyak kelelawar yang mati. Tidak semua tapi kenayakan burung menunjukkan tanda-tanda yang berbeda dibandingkan hampir setengah kelelawar karena tidak menabrak apa pun. Burung jatuh dari langit dan mati. Otopsi pada kelelawar menunjukkan pendarahan internal yang luas – khususnya, kapiler yang pecah di paru-paru dan berisikan cairan. Paru-paru burung sangat berbeda dari kelelawar. Paru-paru burung sangat keras, lebih tahan perubahan tekanan mendadak. Para ilmuwan menyimpilakn bahwa bilah yang berputar menyebabkan tekanan udara turun di belakang bilah. Percobaan menunjukkan bahwa penurunan tekanan setidaknya 4,4 kilopaskal yangdapat membunuh tikus. Penurunan tekanan di belakang bilah kipas yang berputar ternyata pada 5 sampai 10 kilopascal. Seekor kelelawar yang terbang dekat ke turbin akan menderita pembengkakan jaringan paru-paru secara cepat, menyebabkan saluran darah pecah dengan cepat. Bahkan, makin dekat ke bilah maka semakin bisa membunuh kelelawar.

Tuhan, bagaimanakah kedekatan dengan dosa memengaruhi saya? Apakah ini suatu pelajaran lagi bagi saya untuk menjauh dari dosa sejauh mungkin? Ajarkanlah saya bahwa firman-Mu adalah satu-satunya perlindungan dari kejahatan rohani.



SEKOLAH SABAT
Rabu | 14 Oktober


Ujung Sebuah Jalan Buntu


Bacalah 2 Taw. 36:11-14. Apakah yang ayat-ayat ini sampaikan kepada kita tentang raja Yehuda terakhir sebelum kehancuran akhir bangsa itu? Apakah dasar-dasar kemurtadan rohani yang dinyatakan dalam ayat-ayat ini?


Zedekia (juga dikenal sebagai Mattaniah) naik takhta saat berusia 21 tahun, ia diangkat oleh raja Nebukadnezar sebagai raja boneka. Sayangnya, seperti ayat-ayat itu sebutkan, ia tidak banyak belajar dari apa yang terjadi sebelumnya kepada raja yang mendahuluinya, dan sebagai hasilnya ia membawa kehancuran bangsa yang lebih besar.

Kitab 2 Taw. 36:14 menyatakan sesuatu yang sangat mendalam, satu hal yang menjadi alasan utama kemurtadan mereka. Di tengah-tengah daftar semua kejahatan yang dilakukan di bawah pemerintahan Zedekia, disebutkan bahwa Yehuda mengikuti “semua kekejian bangsa-bangsa lain.”

Di sanalah mereka, ratusan tahun sesudah keluar Mesir, ratusan tahun sesudah keluar dari Mesir, ratusan tahun sebagai umat perjanjian yang seharusnya menjadi terang dan lentera api kepada bangsa-bangsa (Ul. 4:5-8), namun mereka tetap saja terjebak dalam budaya umum yang berlaku, sehingga terjebak dalam kultur dan lingkungan agama dari bangsa tetangga mereka, hingga mereka melakukan “semua kekejian” bangsa kafir.


Apakah pekabarannya bagi kita? Bacalah Yeremia 38:14-18. Apakah yang raja tanyakan kepada Yeremia, dan mengapa?


Tuhan telah memperjelas dalam banyak kesempatan bahwa bangsa itu akan tunduk kepada pemerintahan Babel, ini adalah hukuman atas kesalahan mereka. Tetapi Zedekia menolak untuk mendengar, dan ia membentuk kerja sama militer untuk melawan Nebukadnezar. Israel sangat bersandar kepada harapan dari kemenangan militer Mesir. Tetapi Nebukadnezar menang atas pasukan Firaun tahun 597 S.M. Kekalahan ini secara permanen, memeteraikan nasib Yerusalem dan bangsa itu. Meskupun ada begitu banyak kesempatan untuk bertobat, untuk pembaruan, mengalami kebangunan, namun Yehuda menolak.


Kita sebagai sebuah jemaat telah didirikan untuk memproklamasikan pekabaran kepada dunia yang tidak diproklamirkan orang lain. Dalam banyak cara, sama dengan yang Yehuda lakukan. Apakah pelajaran yang dapat dan harus kita pelajari bagi diri kita dari kesalahan mereka?
Renungan pagi "Allahku yang ajaib"


KAYU GOFIR DAN BITUMEN

Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kau tutup dengan pakal dari luar dan dari dalam. (Kejadian 6:14)

Allah adalah ilmuwan material yang luar biasa. Dia unggul sebagai insinyur arsitektur. Ayat di atas hanyalah potongan petunjuk Allah bagi Nuh tentang apa yang harus digunakan untuk membuat bahtera sehingga ia dan keluarganya (dan mudah-mudahan penumpang tambahan) dan hewan-hewan bisa selamat dari air bah. Mari kita pertimbangkan sejenak apa yang Tuhan sediakan untuk konstruksi itu.
Kayu gofir – apakah itu? Pertanyaan yang bagus. Tidak ada pohon yang disebut kayu gofir saat ini. Karena kita tidak tahu di mana Nuh awalnya hidup, kita tidak bisa pergi dan melihat apa yang tumbuh di sana sekarang ini. Dan bahkan jika kita tau di mana Nuh melakukan pembangunan, kita tidak tahu dari mana kayu itu berasal atau bagaimana ekologi dari zona konstruksi telah berubah sejak air bah. Clarke’s Commentary on the Bible menunjukkan bahwa kayu itu mungkin adalah sejenis cemara karena pohon itu berlimpah di sekitar Gunung Ararat. Tetapi itu juga hanya tebakan. Apa yang kita tahu adalah bahwa spesifikasi kayu itu pastilah spektakuler. Bayangkanlah kapal kayu yang dibuat untuk mengarungi bencana banjir tanpa kerusakan dinding oleh kekuatan yang ekstrem.
Kita memiliki contoh pohon yang tangguh dan tahan lama serta memiliki kekuatan yang susah untuk dipatahkan. Hickory sangat baik. Gagang perkakas yang terbuat dari hickory sangat keras. Kayu jati sangat sulit membusuk dan tahan air, membuat kayu ini bahan yang baik untuk membangun bahtera. Kayu akasia dan kayu belalang juga memiliki kemungkinan karena kekuatan dan daya tahannya. Kayu adalah materi konstruksi yang menakjubkan karena ringan dan kuat. Kayu apapun yang digunakan pada bahtera yang panjangnya 450 kaki, pasti tahan lama dan dipersiapkan dengan baik agar tahan terhadap badai yang hebat.
Pakal adalah salah satu dari beberapa istilah Alkitab yang digunakan untuk menunjukkan aspal atau lebih tepat aspal/bitumen. Ini berwarna hitam, hidrokarbon yang sangat kental dan lengket yang merembes keluar dari tanah di berbagai tempat. Di sekitar Laut Mati, munculnya batu hitam ke permukaan adalah umum, dan retakan pada batu yang terletak di Laut Mati memungkinkan secara berkala menghasilkan banyak aspal yang mengambang. Ketika dipanaskan, aspal mencair, kemudian saat dingin keras seperti batu. Karena kualitas perekatnya, orang-orang zaman Alkitab menggunakannya sebagai adukan semen untuk batu bata. Keranjang kecil dari rumput gajah yang digunakan bayi Musa dilapisi pakal untuk membuatnya tahan air. Bahtera Nuh memiliki lapisan pakal di luar dan di dalam untuk menutup celah-celah dan mencegah kebocoran. Betapa Tuhan memberikan bahan yang dibutuhkan.

Pencipta kayu yang kuat dan pakal yang melindungi, kuatkanlah saya untuk menghadapi badai dan segel lah komitmen saya untuk mematuhi Firman-Mu.


SEKOLAH SABAT


Selasa | 13 Oktober


Pemerintahan Yoyakhin, Raja Yehuda yang Singkat


Raja Yehuda yang kesembilan belas adalah Yoyakhin, anak Yoyakim. Ia memerintah atas takhta Daud hanya tiga setengah bulan. Tahun 598 S.M. Nebukadnezar membawa pasukannya ke Yerusalem dan mengepung raja yang baru berusia 18 tahun itu beserta ibunya, istrinya, dan banyak tawanan kerajaan yang lain. Tahun 561 S.M., tahun ketiga puluh tujuh masa penawanannya, Yoyakhin diberikan grasi oleh Merodakh, pengganti raja Nebukadnezar. Dia dikaruniakan hak untuk jamuan makan bersama raja Babel, serta dapat mengenakan jubah raja (lihat 2 Raj. 25:27-30; Yer.52:31-34). Anak lelakinya juga bersama-sama dia di Babel, namun nubuatan Yeremia berkata bahwa mereka harus menyerahkan takhta Daud.


Bacalah Yeremia 29:1-14, perkataan Tuhan melalui Yeremia sesudah masa raja Yoyakhin dan keluarganya, serta pengadilan yang membawa tawanan ke Yerusalem. Bahkan di tengah tragedi ini, bagaimanakah kasih dan rahmat Allah dinyatakan?


Beberapa ayat yang paling terkenal dalam Alkitab adalah: “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yer. 29:11). Tentu di sini kita memiliki konteks utama: Bahwa Tuhan berbicara kepada tawanan di Yehuda melalui Yeremia yagn melihat bawha hidup mereka telah hancur oleh penakluk Babel. Tetapi, bahkan sesudah itu, tidak peduli bagaimana buruknya situasi mereka, Tuhan ingin mereka mengetahui bahwa Ia masih mencintai mereka dan mengingat kebaikan mereka. Tanpa keraguan, karena keadaan yang buruk, mereka harus menyambut kata-kata janji dan harapan ini. Jadi, bahkan di tengah semua peringatan dan ancaman yang mengerikan ini, umat Israel masih diberikan janji “sebuah masa depan dan harapan”. Betapa penting ini bagi mereka, khususnya di waktu itu, untuk memiliki jaminan seperti itu!


Sebuah masa depan dan harapan? Apakah janji-janji yang dapat Anda tuntut dari Tuhan untuk “sebuah masa depan dan harapan” bahkan di waktu sekarang ini, bagaimanapun keadaan Anda?






Renungan Pagi “Allahku Yang Ajaib”
                                                                       
12   Oktober  2015

Tabrakan Yang Indah

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelamatkan pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pengkhotbah 3: 11).

Dibutuhkan hanya 0,19 detik oleh mesin pencari  Google untuk menunjukkan 33.500 rujukan untuk frasa “nebula trifid” dalam mode gambar (lima kali lebih banyak didapatkan dalam mode web). Dan montase gambar yang indah muncul di layar saya. Dalam hal keindahan kosmis, saya selalu lebih suka nebula trifid yang terletak  sekitar 7.600 tahun cahaya dari konstelasi Sagitarius kita. Nebula mendapatkan namanya dari bentuk nebulous (kata Latin yang berarti “awan” atau “kabut” – kita juga menggunakan kata kurang jelas, samar-samar, atau tidak jelas). Diklasifikasikan sebagai daerah H II, astronom mengenalnya sebagai M20. Awan atmorfous yang sangat besar terionisasi ataom hidrogen yang bersinar indah mendapatkan  status H II berbeda dengan H I, yang mengandung atom hidrogen netral dan molekul hidrogen. Baiklah, cukuplah hal-hal teknis itu.

Nebula trifid cukup cantik. Apa yang saya lihat dalam foto adalah bintang besar putih terang di tengah-tengah. Bergerak dari kecerahan yang memukau itu, warna putih cerah memudar menjadi pink, biru, kunning, dan akhirnya jingga. Hal ini tampaknya seperti warna pelangi bola besar yang kabur. Warna bervariasi dari gambar ke gambar, tergantung ke pada para astronom emisi mengambil sampel. Namun pada semua gambar daerah bercahaya terang memiliki celah besar melewati mereka, membiarkan ruang gelap terlihat dari belakang, atau dilihat dengan cara lain. Anda bisa membayangkan kegelapan sebesar itu menghalangi cahaya dari belakang.

Tentu, nebula trifid hanya salah satu dari banyak daerah H II di kosmos. Misalnya, bintang di tengah gugusan Orion, yang dikenal sebagai nebula besar Orion, adalah wilayah pertama H II yang di kenal sebagai  awan gas bercahaya yang ternyata bukan hanya satu bintang. Nebula yang indah lainnya termasuk nebula horsehead dan nebula flame (keduanya di Orion) dan nebula eagle di konstelasi serpens.

Astronot Jepang, menggunakan teleskop di Cile, dengan berhati-hati menganalisis pergeseran Doppler di daerah merah nebula trifid, memberikan mereka data tentang kecepatan gas nebula. Mereka menyimpulkan bahwa gas bersinar karena dua awan yang berbeda bertabrakan satu sama lain. Betapa Tuhan membawa begitu banyak keindahan dari tabrakan kosmis.

Seberapa seringkah Engkau melakukannya dalam hidup saya, Tuhan? Engkau tampaknya spesialis untuk mengubah tragedy menjadi kemenangan, air mata menjadi berlian, dan kesedihan menjadi kegembiraan serta sorak sorai. Kemuliaan bagi Tuhan.


SEKOLAH SABAT


Senin | 12 Oktober


Yoahas dan Yoyakim : Kemunduran yang Lain


Yoahas (juga dikenal sebagai Salum) berusia 23 tahun ketika dia naik takhta menggantikan ayahnya. Pemerintahannya hanya bertahan tiga bulan. Firaun menggantinya dengan saudaranya karena Yoahas tidak berpihak kepada politik Mesir. Yoahas dibawa ke Mesir, dan dia mati di sana (lihat 2 Taw. 36:4; 2 Raj. 23:31-34).

Raja yang menggantikan Yoahas adalah Yoyakim, yang memerintah sejak 609-598 S.M. Dia adalah anak Yosia. Saat Nebukadnezar mengambil ailh Yerusalem, Yoyakim diangkut ke Babel bersma dengan perabot-perabot Bait Suci. Yeremia kembali mengamarkan bangsa Israel bahwa raja mereka yang baru menuntun mereka ke jalan yang salah.


Bacalah Yeremia 22:1-19. Apakah beberapa isu tentang Yoyakim yang menyebabkan teguran keras dari Tuhan?


Tuhan, yang berbicara melalui Yeremia, memiliki perkataan-perkataan yang sangat tajam terhadap pemimpin yang jahat dan tamak ini. Yoyakim adalah raja yang suka menindas serta serakah yang memaksakan pajak yang berat di Yehuda (lihat 2 Raj. 23:35) untuk mebayar orang-orang Mesir. Lebih buruk lagi, dengan menggunakan kerja paksa, ia telah membangun istana baginya, menyimpang dari hukum Taurat, yang sangat jelas tentang membayar upah mereka yang bekerja: “Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas: janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. (Im. 19:13). Juga, berbeda dengan Yosia, ayahnya, Yoyakim mengizinkan ritual kekafiran berkembang kembali di Yehuda.

Yeremia 22:16 adalah ayat yang luar biasa. Dalam konteks membandingkan kejahatan Yoyakim dengan ayahnya Yosia, Tuhan berkata kepadanya: “Serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankan itu namanya mengenal Aku? Demikianlah firman TUHAN.” Dengan kata lain, pengetahuan Allah yang benar datang dari bagaimana seseorang memperlakukan orang yang membutuhkan; itu datang ketika mengyangkal diri demi keuntungan mereka yang tidak dapat membalas jasa kita. Kembali kita melihat disini, seperti yang kita lihat di seluruh Alkitab, kepedulian Tuhan bagi orang miskin dan yang memerlukan pertolongan, seperti juga tanggung jawab kita menolong mereka yang tidak dapat menolong diri mereka sendiri.


Berpegang pada gagasan bahwa menolong “orang miskin dan yang membutuhkan” adalah bagaimana cara kita mengenal Tuhan. Apakah artinya itu?
Renungan Pagi “Allahku Yang Ajaib”
                                                                       
11   Oktober  2015

Jangan Takut

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahwa akan menolong engkau. Aku akan memegang engkau dengan tangan-Ku yang membawa kemenagan” (Yesaya 41:10).

Malam hari adalah waktu terbaik berburu udang kecil dan ikan, makanan utama penguin, di perairan Antartika. Jadi masuk akal bahwa penguin seharusnya mencari ikan di malam hari. Tapi penguin berburu makanan hanya siang hari, saat itu sebenarnya sulit untuk menangkap mangsanya. David Ainley dan Grant Ballard menerbitkan laporan jurnal Polar Biology Juni 2011 yang menyimpulkan bahwa bahaya predator mencegah penguin memasuki air di malam hari. Anjing laut macam tutul musuh utama mereka, tidur di siang hari.

Tampaknya kebanyakan hewan memiliki ketakutan terhadap satu jenis atau yang lain, meskipun gorilla silverback, gajah, dan kuda nil mungkin tidak menunjukkan ketakutan, dan predator paling atas, seperti singa dan harimau, yang tampaknya tidak ada rasa takut. Mungkin predator itu menunjukkan sedikit rasa takut karena memiliki kontrol yang lebih. Ketakutan paling sering dikaitkan dengan hilangnya kontrol – satu alasan orang menjadi sangat takut terjadi setelah gempa bumi atau tornado atau serangan teroris. Hewan besar dan predator teratas tampaknya memiliki  lebih banyak penguasaan atas hidup mereka. Spesies mangsa yang lemah, harus menggunakan kecerdasan mereka dan mengembangkan strategi (seperti berburu di siang hari) untuk bertahan hidup.

Seorang psikolog eksperimental menguji konsep ketakutan dan kontrol pada tikus dengan cara ini. dia memperdengarkan nada dan kemudian mengejutkan kaki tikus. Setengah kawanan tikus memiliki birai, yang biasa diinjak saat kejutan  dimatikan dalam satu detik – cara untuk mengendalikan situasi. Yang lain tidak kemudian, hanya dengan memainkan nada akan menimbulkan ketakutan pada tikus yang tidak memiliki lebih daripada kawanan tikus yang memiliki kontrol.

Ahli terapi yang bekerja dengan oarng ketakutan dan fobia telah mempelajari bahwa terapi pencahayaan atau desensitisasi sistematis itu, satu bentuk terapi eognitivebehavioral cukup efektif untuk menenagkan ketakutan. Klien mulai dengan berbicara tentang ketakutan mereka dalam ruang yang aman. Kemudahan mereka memasuki situasi menakutkan ditemani terapis yang dapat membantu mereka menyadari ketakutan mereka tidak berdasar dan tidak rasional. Tuhan saya cukup besar, cukupu kuat, dan cukup bijaksana untuk mengendalikan setiap situasi. Jika tinggal dekat dengan Dia dan memercayai-Nya sepenuhnya, maka saya tidak perlu takut.

Tuhan, Engkau adalah cahaya dan keselamatan saya, siapakah yang saya harus takuti? Engkau adalah benteng hidup saya, terhadap siapakah saya harus takut?


SEKOLAH SABAT


Minggu | 11 Oktober


Di Bawah Pemerintahan Yosia


Yosia adalah raja keenam belas yang memerintah di Kerajaan Selatan; dia memerintah sekitar 640-609 S.M. Ia mejadi raja saat berusia delapan tahun, sesudah lebih dari setengah abad kejatuhan moral dan agama di bawah pemerintahan ayahnya (Amon) dan kakeknya (Manasye), dua raja yang paling jahat di Yehuda. Pemerintahan Yosia bertahan selama empat puluh satu tahun. Tetapi, berbeda dengan para pendahulunya, Yosia “melakukan apa yang baik di mata Tuhan” (2 Raja. 22:2).

“Lahir dari seorang raja yang jahat, dikelilingi dengan pencobaan-pencobaan untuk mengikuti langkah-langkah ayahnya, dan dengan hanya sedikit penasihat yang mendorongnya pada jalan yang benar, walaupun demikian Yosia berlaku benar di hadapan Allah Israel. Mendapat amaran dengan kesalahan-kesalahan genarasi-generasi yang lalu, ia memutuskan untuk melakukan yang benar, gantinya turun ke tingkat dosa yang rendah dan kemerosotan di mana ayahnya dan kakeknya telah jatuh. Ia “tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri”. Sebagai orang yang harus menduduki suatu jabatan yang mendapat kepercayaan, ia memutuskan untuk mengikuti petunjuk yang diberikan untuk menjadi penuntun para raja Israel; dan penurutannya memungkinkan Allah menggunakannya sebagai satu bejana kepada kehormatan.” – Ellen G. White, Alfa dan Omega, jld. 4, hlm. 11, 12.


Bacalah 2 Taw. 34. Apakah komponen-komponen reformasi Yosia, dan mengapakah itu menjadi pusat setiap usaha reformasi agama, dapatkan itu bersifat kerja sama atau personal?


Reformasi Yosia mengandung dua komponan utama: Pertama, sebisa mungkin menghapus segala sesuatu yang berbau penyembahan berhala. Yakni, ia bekerja untuk melenyapakan praktik kejahatan yang muncul dalam bangsa itu. Tetapi itu baru langkah pertama. Hilanganya kejahatan atau praktik-praktik yang salah bukan berarti secara otomatis kebaikan akan mengkikuti. Kedua, setelah mendengar kitab hukum dibacakan kepadanya, raja membuat sebuah perjanjian di hadapan Tuhan: untuk hidup dengan mengikuti TUHAN, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya dan untuk melakukan perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu” (2 Taw. 34:31).


Bacalah 2 Taw. 34:32, 33. Apakah yang ayat-ayat ini sampaikan kepada kita tentang contoh yang baik, khsusunya di antara mereka yang punya kedudukan dan pengaruh? Pikirkan dengan saksama dan sungguh-sungguh: Pengaruh perkataan dan tindakan-tindakan apakah yang Anda gunakan bagi orang lain?
RENUNGAN PAGI "ALLAHKU YANG AJAIB"

10   Oktober  2015

Semut Guru

“Tunjukkan cara-Mu, ya TUHAN,ajarilah saya jalan Anda” (Mazmur 25:4).

Bahasa tubuhnya berbicara. Butuh semua penguasaan diri dan disiplin yang dapat  ia kerahkan untuk mendapatkan tempat duduk kembali di sudut kelas saya pada hari pertama kelas. Dagu dekat ke dada dan menonjol, mata disipitkan mengintip melalui alis yang naik, yang menunjukkan ia tidak ingin berada di sini dan tidak tertarik kelas biologi. Memperhatikan tanda-tanda negative itu, saya menyambut dengan hangat. Entah bagaimana ia berhasil melalui priode kelas pertama… dan kedua. Tetapi tidak mudah. Kemampuan membaca yang buruk biasanya menghasilkan prestasi akademis yang buruk, walau demikian ia tetap ada di kelas dan mulai menyatu dengan saya dan pelajaran.

Pekerjaan saya sebagai guru adalah seperti menghubungkan karet  gelang besar yang tidak terlihat dengan masing-masing siswa saya. Beberapa bersikap menjauh, dan karet gelang membuat mereka dekat bersama saya. Yang lainnya harus saya tarik. Karet gelang merenggang dan juga merengang, tetapi mereka belum bergerak. Musim panas yang lembab terasa sangat panas. Akhirnya, saya merasakan sedikit kemajuan. Mereka mulai mau belajar. Menerapkan regangan yang lebih besar bisa membuat mereka mempercepat atau memutuskan karet gelang. Peka atas kerapuhan setiap karet, saya menarik lebih keras. Kami berdua bergerak sekarang dan menambah kecepatan. Eh, oh, kami menabrak tempat yang keras. Satu atau lebih mahasiswa saya berhenti rebut-ribut. Karet gelang putus, dan saya harus kembali menghubungkannya lagi sebelum kami semua bergerak lagi.

Menyesuaikan pengjaran dengan kecepatan belajar, membuat guru dan siswa tetap terhubung melalui umpan balik yang konstan dari kedua belah pihak, mengajar dengan keadaan manusia yang unik. Tapi sekarang para peneliti  di Universitas of Bristol, mempelajari semut, membuat kesimpulan bahwa mereka menemukan perilaku mengajar/belajar setidaknya melalui satu spesies semut. Seekor semut yang telah berada pada sumber makanan dan mempelajari rut eke sarang akan secara teratur mengajarkan kepada semut-semut lainnya. Semut akan berjalan beriringan dengan semut guru yang memimpin jalan. Tanpa semut “pelajar,” maka guru bisa kembali ke sumber makanan dan kembali dua kali dalam waktu yang dibutuhkan dengan penandaan semut lain. Semut pelajar mengembara di jalan  dengan sedikit memutar. Jadi semua guru memperlambat, menunggu semut lain untuk tetap pada jalaur sebelum berpindah. Setelah satu perjalanan, semut pelajar bergegas atau menjadi guru. Kadang-kadang, bisa saja pelajar melakukan “transportasi dua arah” ke sumber makanan, karena masih belum tahu jalan pulang.

Tuhan, berapa banyak jalan memutar yang telah saya jalani? Saya tahu bahwa Engkau mengjarkan saya untuk tetap pada jalan rata dan mulus. Jadilah pasangan pelari saya.


SEKOLAH SABAT


Sabat | 10 Oktober


Lima Raja Israel yang Terakhir


SABAT PETANG
UNTUK PELAJARAN PEKAN INI, BACALAH: 2 TAW 34:1-33, YER. 22:1-19, 29:1-14, 2 TA. 36:11-14, YER. 23:2-8.


AYAT HAFALAN: “Serta mengadili perkara orang sengsara dan orang miskin dengan adil. Bukankah itu namanya mengenal Aku? Demikianlah firman TUHAN” (Yeremia 22:16).


Penulis Rusia yagn terkenal Fyodor Dostoyevsky menghabiskan empat tahun di sebuah penjara Siberia pada tahun 1800-an karena tindakan subversi yang ia lakukan terhadap aktivis politik. Kemudian, saat menulis pengalamannya, ia berbicara dengan salah satu sahabat narapidana tentang penyesalan mereka atas sikap mereka yang buruk. “Dalam beberapa tahun, saya tidak pernah melihat satu tanda pertobatan di kalangan orang-orang ini; tidak juga jejak penyesalan atas kejahatan mereka, dan kebanyakan dari mereka menganggap bahwa mereka adalah benar.”-Joseph Frank, Dostoevsky, the Years of Ordeal, 1850-1859, p. 95.

Dostoevsky bisa saja telah membicarakan tentang lima raja yang memerintah Yehuda selama pelayanan Yeremia, kecuali Yosia. Satu demi satu, para raja ini tampaknya sama sekali tidak bertobat dari tindakan mereka, bahkan ketika tindakan mereka menjadi lebih jelas membawa bencana yang akan datang yang Tuhan amarkan melalui Nabi Yeremia.

Allah tidak pernah berkehendak mengangkat raja bagi orang Israel; sebelum akhir dari pelajaran pekan ini, kita akan memahami lebih baik mengapa demikian. Juga, kita akan mengerti tekanan hebat yang dihadapi Yeremia yang malang selama masa pelayanananya yang tidak dihargai itu.


*Pelajari pelajaran pekan ini untuk persiapan Sabat, 17 Oktober.

Renungan Pagi “Allahku Yang Ajaib”
                                                                       
09   Oktober  2015

Kode Morse

“Dah-dah-dit-dah-dah-dah-dah-di-dit-di-dit-di-di-dit-di-dahdi-dit-dah-dah-dahdi-di-di-dah dit” (1 Yohanes 4:8).

Jika Anda tidak memahami ayat yang di atas, yang mengatakan kepada Anda bahwa Allah adalah kasih, mungkin Anda akan menyadari hal itu hanya sekadat bunyi atau kode “di-di-dit dah-dah-dah di-di-dit.” Oh,ya sebagian besar dari kita memahami tandaS.O.S. karena bahaya.

Sebelum computer tercipta, sebelum ada teks ASCII, sebelum UHF radio ada, atau radio dua arah, telah ada kode Morse. Ini sebenarnya dimulai pada tahun 1836 ketika tiga pria mulai berkolaborasi bersama dalam apa yang akan menjadi mesin telegraf listrik. Ahli fisika, Joseph Henry, dan masinis dan penemu, Alfred Vail, serta seniman potret dan pelukis yang dikenal baik bernama Samuel  F.B. Morse, mereka bekerja sama untuk merancang dan membuat sebuah alat yang akan membuka dan menutup electromagnet di beberapa lokasi yang jauh untuk menghasilkan suara klik. Tahun 1844, kira-kira pada saat sistem ini pertama  kali digunakan, sebuah stilus membuat titik dan garis pada lembaran kertas yang bergerak di mana seseorang bisa menguraikan sandinya sebagai huruf. Kemudian, operator hanya belajar mendengarkan suara klik dan memberitahu huruf apa yang diterima – mereka tidak harus melihat kertas.

Kode itu awalnya hanya beberapa angka, tetapi kemudian diperluas oleh Vail dengan menyertakan huruf dan karakter khusus, seperti titik dan koma. Meskipun sulit untuk dipercayai sekarang, ketika Charles Lindbergh menerbangkan Spirit st Louis melintasi Atlantik pada tahun  1927, ia tidak punya radio, tidak ada bentuk komunikasi dengan siapapun. Dia benar-benat sendirian. Baru kemudian setelah pesawat dilengkapi dengan radio, maka mereka hanya menggunakan kode morse. Sebuah kisah mencertakan seorang pria yang menanyakan iklan surat kabar kepada operator kode Morse. Dalam menemukan alamat yang benar, ia berjalan ke kantor yang bising dengan mengklik mesin telegraf. Hanya ada tanda di meja depan menginstruksikan pemohon untuk mengisi formulir dan duduk sampai dipanggil. Setelah melengkapi formulir, pria itu bergabung dengan tujuh orang lain menunggu dengan sabar untuk dipanggil. Dalam waktu singkat, pendatang baru bangkit dan dengan berani memasuki pintu kantor dan menutupnya. Tujuh orang lainnya mengangkat alis mereka, bertanya-tanya tentang kelancangannya.

Dalam beberapa menit, calon majikan muncul, berterima kasih dan mengabaikan yang lain dengan informasi bahwa posisi itu telah diisi. Lebih dari sekedar bingung, tujuh pencari kerja mengeluh bahwa mereka sudah hadir terlebih dahulu dan belum diberikan kesempatan. Tersenyum dengan ramah, pewawancara menyatakan bahwa ia telah berada di kantornya dengan menekan pesan: “Jika Anda memahami pesan ini datanglah ke dalam, pekerjaan adalah milikmu.”

Tuhan, ajarlah saya mendengar suara-Mu di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Setel telinga saya kepada pekabaran-Mu bagi saya, oleh pemahaman yang jelas.


SEKOLAH SABAT

Jum'at 9 Oktober 2015

PENDALAMAN: "Jangan kamu melakukan apapun yang kita lakukan di sini sekarang, yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar" (Ul. 12:8). "Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang ku sampaikan kepadamu" (Ul. 13:18). "Pada zaman itu tidak raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri" (Hak. 17:6; 21:25).

Terdapat perbedaan penting yang sangat krusial dalam ayat-ayat ini, khususnya di hari dan zaman ini saat banyak orang memberontak melawan gagasan yang disampaikan oleh kuasa dari luar tentang apa yang harus dilakukan, atau diajarkan apa yang benar dan salah. Namun kita dapat melihat dengan jelas disini sebuah perbedaan yang nyata antara dua pandangan dunia ini. Yang pertama, orang-orang melakukan apapun yang mereka pikir "benar" di pandangan mereka; yang lain, melakukan apa yang benar di "mata Tuhan Allah mereka." Masalah pada posisi yang pertama adalah, begitu sering dalam sejarah, apa yang "benar" dalam pandangan seseorang adalah salah dalam pandangan Allah. Itulah sebabnya kita harus menyerahkan segala sesuatu, bahkan hati nurani kita, kepada Firman Allah.

Pertanyaan-pertanyaan untuk didiskusikan:
1. Apakah beberapa contoh yang dapat Anda pikirkan tentang orang "baik" melakukan sesuatu yang sangat buruk, meskipun mereka pikir saat itu yang mereka lakukan adalah benar? Banyak budaya saat ini terlihat lebih menakutkan daripada yang biasa dilakukan. Apakah pelajaran yang bisa kita ambil dari diri kita saat ini tentang mengapa kita bukan hanya perlu mengakui ajaran Alkitab, tetapi juga perlu berhati-hati dalam menginterpretasikan Alkitab? Khususnya ini penting saat kita menyadari bahas, dalam beberapa kasus, beberapa hal yang "buruk" yang kita lakukan dilakukan oleh mereka yang percaya bahwa tindakan mereka  dapat  dibenarkan oleh Alkitab. Apakah yang keadaan ini sampaikan kepada kita tentang betapa mendasarnya sepuluh hukum dalam kepercayaan kita?

2. Saat kita mempelajari kitab Yeremia triwulan ini, ingatlah pandangan bahwa meskipun amaran demi amaran diberikan, bangsa itu percaya bahwa mereka baik-baik saja bersama Allah. Apakah yang menyebabkan mereka begitu tertipu tentang keadaan mereka yang sesungguhnya. Apakah pelajaran dari hal ini yang juga menjadi pelajaran bagi kita juga?
Renungan pagi "Allahku Yang Ajaib"


KEAJAIBAN KAYU

Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN (Hagai 1:8)

Apakah ada hobi atau profesi yang lebih menyenangkan daripada tukang kayu? Yesus pasti ahli dalam hal itu. Saya bisa membayangkan Dia sekarang, memahat sambungan kayu yang sempurna untuk sesuatu yang dikerjakan ayahnya. Kayu adalah media yang sangat bagus untuk membuat banyak hal, selain lemari. Ketamlah kayu dan rasakan permukaan halus dan licin! Apa yang anda rasakan adalah lapisan mikroskopis tunggal sel yang disebut cambium vascular yang membuat kayu—sel demi sel, hari demi hari selama musim tanam. Dengan memanjang, sel ramping membelah di tengah, lalu ditambah lapisan sel lain berbentuk tabung panjang yang dikenal sebagai tracheids atau pembuluh ke permukaan luar yang keras. Sel-sel kayu menjadi solid karena penebalan dinding selulosa, dan terjadinya lignin keras pada dinding sel pohon, dan kemudian mengalami aus yang membuar dinding sel lignifikasi kosong sebagai saluran baru untuk air yang mengalir dari akar ke pucuk pohon.
Sebuah pohon besar yang disiram dengan baik akan menguapkan 300 hingga 400 galon air dari pori-pori daung pada hari musim panas yang panas. Air yang mengalir membawa serta larutan encer mineral yang digunakan daun dalam fotosintesis. Dengan menggabungkan karbon dioksida atmosfer, air, dan mineral, maka terbentuklah senyawa organic yang disebut fitokimia. Pohon mengangkut dan menggunakannya sebagai blok bangunan untuk membuat sel baru atau menyimpannya dalam lapisan kayu. Lihatlah kayu yang masih basah, dan anda akan mencium aroma bahan kimia yang terkandung di dalamnya.
Kenari hitam adalah kayu berurat keras dengan aroma seperti kacang. Dengan pembuluh yang besar, pohon ek merah berpori sangat besar dan baunya agak masam. Siapakah yang tidak suka aroma pinus putih yang lembut dengan aroma resinnya? Setiap kayu memiliki tampilan yang unik, aroma yang khas, dan fungsinya sangat berguna. Misalnya, pemukul bisbol terbuat dari kayu ash. Ceri hitam, kenari hitam, mahoni, dan ek menjadi kayu perabot yang indah. Gagang peralatan menggunakan kayu hickory. Red wood dan cedar yang besar untuk konstruksi di luar ruangan, karena tahan terhadap pembusukan. Pikirkan semua pohon eksotis seperti spalted maple dan beech, bubinga dan wenge, ebony, zebrawood, purpleheart, dan rosewood. Keindahan dan fungsi kayu sungguh memesona. Kita menemukan berbagai jenis kayu yang tak habis-habisnya dalam tekstur dan pola. Tidak ada dua tekstur yang sama. Dapatkah anda mengatakan bahwa anda mencintai kayu? Yesus pasti mencintai kayu juga, karena Ia membuatnya begitu kaya dalam keindahan dan fungsinya.
Oh Perancang yang agung, gunakanlah saya dalam cara yang Engkau rencana-kan untuk hidup saya.



SEKOLAH SABAT


Kamis | 8 Oktober


Sumpah Palsu


Dalam Yeremia 5:1, Tuhan berkata kepada bangsa itu untuk melintasi jalan-jalan dan melihat, “apakah kamu dapat menemui seseorang, apakah ada yang melakukan keadilan, dan yang mencari kebenaran, maka Aku mau mengampuni kota itu.” Ini mengingatkan kepada dua kisah. Yang pertama dari filsuf Yunani kuno pada abad ke-4 S.M., yang bernama Diogenes yang menurut legenda, selalu berjalan mengelilingi pasar pada siang hari, dan menyatakan bahwa ia sedang mencari seseorang yang jujur. Kisah lain adalah yang kita tahu benar, yaitu Allah berbicara kepada Abraham, yang berkata jika Ia dapat menemukan 50 orang benar (yang kemudian berkurang menjadi 10), maka Ia tidak akan membinasakan kota itu.

Namun, maksud perkataan Tuhan melalui Yeremia adalah untuk menyatakan betapa luasnya kermurtadan dan dosa telah terjadi di antara umat-Nya. Apakah tidak ada yang melakukan keadilan dan mencari kebenaran? Jika ada, mereka hanya sedikit saja.


Bacalah Yer. 5:2, 3. Apakah yang dikatakan di sini yang menunjukkan bagaimana sesuatu itu menjadi jahat? (Lihat Imamat 19:12).


Ayat-ayat ini menunjukkan satu hal yang muncul di sepanjang kitab Yeremia. Tidak peduli berapa dalam bangsa itu telah jatuh, banyak di antara mereka percaya bahwa mereka tetap mengikuti Tuhan dengan setia! Mereka memanggil-Nya, namun sebaliknya mereka melakukannya dengan cara yang “salah” gantinya “dalam kesetiaan, dalam keadilan, dan dalam kebenaran” (Yer. 4:2) seperti yang Tuhan perintahkan kepada mereka. Mereka tidak mendengar amaran Allah, tetapi mereka hidup dan menjalankan praktik keagamaan seolah-olah segala sesuatu baik-baik saja antara mereka dan Allah, bahkan hampir tidak ada yang benar di antara mereka.

Kedalaman penipuan mereka dapat dilihat dalam Yeremia 7:4, ketika orang-orang mencari kenyamanan palsu dalam kata-kata ini, hekhal YHWH hekhal YHWH hekhal YHWH hemma! (Ini bait TUHAN, bait TUHAN, bait TUHAN”), seolah-olah dengan memiliki Bait Suci, itulah semua yang mereka perlukan untuk memastikan bahwa segala sesuatu berjalan baik. Adalah satu hal yang berbeda mengetahui bahwa engkau berada dalam krisis; tetapi ketika engkau berada dalam krisis dan tidak menyadarinya, itu lebih buruk.


Dengan semua kebenaran Indah yang diberikan kepada kita sebagai umat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa ktia tidak jatuh dalam penipuan yang serupa dengan percaya bahwa panggilan kita yang istimewa sudah cukup menyelamatkan kita?




Design by ADVENT MISSIONARIS